Layar Terkini
You are here: Home » #BintangFilm » Jenny Rachman, Ratu Sinema Indonesia
Jenny Rachman, Ratu Sinema Indonesia

Jenny Rachman, Ratu Sinema Indonesia

Ditulis oleh: @ranggawisesa

  
JENNY RACHMAN 

Lahir : 18 Januari 1959
Genre : Drama
Tahun Aktif : 1973 – sekarang
Siapa yang tak tahu aktris film Jenny Rachman. Jenny Rachman adalah salah satu aktris film ternama tanah air. Wanita berdarah Aceh – Tionghoa ini mengawali karirnya sebagai foto model, bintang iklan dan peragawati sejak usia 15 tahun. Jenny Rachman direkrut sutradara Frank Rorempandey untuk bermain dalam film Ita, Si Anak Pungut (1973) mendampingi Mieke Wijaya dan Dicky Zulkarnaen. Setelah bermain di film pertamanya, Jenny kemudian semakin dikenal luas oleh masyarakat. Karir Jenny Rachman mencapai puncaknya di era 70-80an, Bahkan, Jenny Rachman dikenal sebagai salah satu bintang The Big Five (selain Roy Marten, Yati Octavia, Robby Sugara, dan Doris Callebaute) yaitu bintang-bintang dengan bayaran termahal di zaman itu. Di tahun 70 an, Jenny Rachman lebih banyak bermain di film berjenis drama remaja, seperti Kugapai Cintamu (1977) dan Pengalaman Pertama (1977).
Di akhir era 70an, Jenny Rachman mulai bermain di film-film ‘serius’, seperti November 1828, garapan Teguh Karya, dan Binalnya Anak Muda (1978) yang memberikan nominasi Piala Citra pertama untuk pemeran utama wanita. Jenny Rachman kemudian bermain di film Kabut Sutera Ungu, film adaptasi novel Ike Soepomo, yang digarap oleh sutradara senior Sjuman Djaya. melalui film berdurasi panjang ini, Jenny Rachman bermain sangat apik dan mendalam. Tak tanggung-tanggung, Jenny Rachman merebut Piala Citra pertama di FFI 1980, dan menang pula di Festival Film Asia Pasifik sebagai Best Actress. Setelah itu, Jenny Rachman bermain di film Busana Dalam Mimpi, Bukan Sandiwara, Hati Selembut Salju, dan Gadis Marathon. Melalui film karya Chaerul Umam ini, secara mengejutkan, Jenny kembali merebut Piala Citra untuk aktris terbaik mengalahkan Lenny Marlina, Ita Mustafa, Suzanna, dan Tanti Josepha. Jenny Rachman menangis terharu ketika menerima Piala Citra keduanya di tahun 1982.
     
Jenny Rachman 
Setelah meraih Piala Citra kedua, Jenny bermain dalam film biografi RA Kartini, karya Sjuman Djaya RA Kartini (1982), bermain bagus sebagai Jugun Ianfu dalam Budak Nafsu (Fatima) (1983) dan tampil mengesankan dalam film Teguh Karya, Doea Tanda Mata(1984). Kedua film ini memberikan nominasi Piala Citra untuk aktris terbaik. Jenny Rachman bisa dikatakan sebagai salah satu aktris yang memadukan mutu dan komersil. Dia bisa menjadi magnet layar perak yang menghasilkan box office bagi film-filmnya, sekaligus memiliki akting prima yang mendapat apresiasi dari kritikus dan pengamat film. Karena itulah, Jenny Rachman diberi gelar “The Queen of Indonesian Cinema” oleh kalangan industri film Indonesia.
Setelah membintangi film Hatiku Bukan Pualam di tahun 1985, Jenny Rachman vakum dari  dunia perfilman. Sempat bermain sebuah drama lepas televisi di tahun 1994, kemudian kembali menghilang. Jenny Rachman pernah menjadi ketua umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), periode 2006 – 2011. Jenny Rachman kembali tampil di depan layar, pada tahun 2011, dengan bermain film Di Bawah Lindungan Ka’bah. Walaupun absen sekian lama, Jenny Rachman tetap dapat bermain bagus dan mendapatkan pujian dari banyak kalangan atas aktingnya.
Seberapa lama menghilang pun, Jenny Rachman tetap dapat membuktikan bahwa dia adalah salah satu aktris Indonesia yang memiliki kemampuan akting yang tak perlu diragukan lagi. Selamat datang kembali kepada The Queen of Indonesian Cinema. 
Filmografi 

 

Prestasi
•  Piala Citra, Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 1980 (Kabut Sutera Ungu)
•  Best Actress, Asia Pacific Film Festival 1981 (Kabut Sutera Ungu)
•  Piala Citra, Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 1982 (Gadis Marathon)
•  Nominasi Piala Citra FFI 1979, Aktris Utama (Binalnya Anak Muda)
•  Nominasi Piala Citra FFI 1984, Aktris Utama (Budak Nafsu – Fatima)
•  Nominasi Piala Citra FFI 1985, Aktris Utama (Doea Tanda Mata)

 

Trivia

  • Jenny Rachman pernah menjadi Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) periode 2006 – 2011
  • Jenny Rachman dikenal sebagai salah satu bintang The Big Five (selain Roy Marten, Yati Octavia, Robby Sugara, dan Doris Callebaute) yaitu bintang-bintang dengan bayaran termahal di zaman itu

—————————————————————————-

Tulisan ini adalah Apresiasi dari: Rangga Wisesa
Linimasa: @ranggawisesa 
Tulisan ini sudah dirilis di blogRolfilmblog.blogspot.com
——————————————————————————-
Penulis @ranggawisesa adalah kontributor tamu  www.officialfilmIndonesia.com untuk artikel, profil #BintangFilm & #ReviewFilm untuk #LayarKlasik. Rangga dikenal dengan kesukaannya menonton film klasik di Sinematek, kemudian mengapresiasinya dalam tulisan di blognya Rolfilmblog.blogspot.com Suatu hobi yang unik dan menarik untuk diceritakan kepada pencinta film_Indonesia yang belum terlalu mengenal film klasik.
——————————————————————————-
Tetap cintai film_Indonesia dulu, kini dan nanti
#Official  @film_Indonesia Media Apresiasi Karya Cinta Film_Indonesia
Salam pencinta film_Indonesia,
editor in chief  www.officialfilmIndonesia.com 

 

 

About FILM_Indonesia

| Media apresiasi karya cipta film_Indonesia™ #optimis | #FilmIndonesiaKaya : Tetap cintai film_Indonesia dulu, kini & nanti | creator: @hafiz_husni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Web Developed by Caprivhia.com