BAYI TABUNG (1988): Berani Angkat Tema Beda & Kontroversial di Jamannya

BAYI TABUNG (1988): Berani Angkat Tema Beda & Kontroversial di Jamannya

Ditulis oleh: @ranggawisesa

BAYI TABUNG (1988)
Jenis Film : Drama

Sutradara : Nurhadie Irawan
Cerita / Skenario : Nurhadie Irawan
Penata Artistik : Iri Supit
Penata Musik : Idris Sardi
Penata Suara : Hadi Artomo dan Hartanto
Penata Gambar : Norman Benny
Penata Kamera : Soetomo Gandasoebrata

Pemain

Widyawati
Deddy Mizwar
Fauziah A Daud
Ade Irawan
Mangara Siahaan
Deddy Sutomo
Frank Rorempandey
Baharuddin bin Haji Omar
Aziz Singgah
Vivi Samodro
Sheila Majid

Sinopsis:
Karena keadaan ekonomi rumah tangga Drs. Sukarya, dosen yang sedang dibekukan statusnya akibat membela mahasiswa, istrinya Jelina (Widyawati) bekerja di sebuah biro perjalanan. Di sini Jelina ditawari untuk menyewakan rahimnya dengan bayaran tinggi oleh sepasang suami-istri Malaysia yang tak mungkin punya anak secara biasa. Harga yang tinggi, membuat Jelina menerima titipan embrio itu hingga lahir. Setelah lahir timbul masalah, karena Jelina merasa bahwa bayi itu adalah darah dagingnya.

Prestasi:

  1. Penghargaan Khusus Dewan Film Nasional untuk Aktris Terbaik, FFI 1989 (Widyawati)
  2. Penghargaan Khusus Dewan Film Nasional untuk Sutradara Terbaik, FFI 1989 (Nurhadie Irawan)

Review

Dari judulnya, film ini dapat mencuri perhatian. Film Bayi Tabung ini adalah film yang berani mengangkat tema beda di kala banyaknya film drama penguras air mata di zaman itu. Film ini mengangkat tema fenomena ‘bayi tabung’ dalam sebuah keluarga. Pada zaman itu, bayi tabung belum banyak, dan masih dianggap tabu.

Keberanian Nurhadie Irawan sebagai sutradara dan penulis cerita/skenario saya acungi jempol. Jalan cerita film ini dapat dicerna dengan baik, selain itu cukup lugas, tidak bertele-tele. Konflik dalam film ini juga tidak rumit namun bisa menjadi bumbu utama dalam film ini. Ilustrasi musik Idris Sardi dalam film ini juga menjadi nilai tambah film ini.

Pemeranan Widyawati sebagai istri yang menyewakan rahimnya, cukup mencuri perhatian. Widyawati dapat memainkan emosi dengan cukup baik dan terjaga. Saya sebagai penonton dapat terbawa dengan emosi yang dimainkannya. Deddy Mizwar juga dapat menyeimbangkan permainan, namun memang nampaknya agak tertutup dengan penampilan Widyawati yang lebih dominan. Tapi permainan kedua aktor dan aktris hebat ini memang tak perlu diragukan lagi.

Film ini juga menampilkan para pemain dari negeri jiran, seperti Fauziah A Daud, Aziz Singah dan penampilan khusus dari penyanyi Sheila Majid. Ini juga merupakan sebuah trend di akhir era 80an, perfilman kita banyak bekerjasama dengan Malaysia, salah satunya dalam film Bayi Tabung ini. Untungnya, permainan para pemain negeri tetangga itu tidak begitu mengganggu, jadi tidak menjadi masalah.

Selebihnya film ini cukup baik sebagai referensi tontotan para pencinta film Indonesia. Dengan mengangkat tema lain, menarik untuk kita mengetahui apa sebenarnya ‘Bayi Tabung’ itu. Film ini saya catat termasuk film yang menarik dan unik, karena merupakan film Indonesia pertama yang mengangkat tema Bayi Tabung. Sebuah film yang tidak biasa, namun tidak terlalu istimewa.

Trivia

Film ini dapat diakses dari Sinematek Indonesia
Film Indonesia pertama yaang mengangkat tema Bayi Tabung
Fauziah A Daud dan Aziz Singah adalah pemain asal Malaysia

 

—————————————————————————-

Tulisan ini adalah Apresiasi dari: Rangga Wisesa
Linimasa: @ranggawisesa 
Tulisan ini sudah dirilis di blogRolfilmblog.blogspot.com
——————————————————————————-
Penulis @ranggawisesa adalah kontributor tamu  www.officialfilmIndonesia.com untuk artikel, profil #BintangFilm & #ReviewFilm untuk #LayarKlasik. Rangga dikenal dengan kesukaannya menonton film klasik di Sinematek, kemudian mengapresiasinya dalam tulisan di blognya Rolfilmblog.blogspot.com Suatu hobi yang unik dan menarik untuk diceritakan kepada pencinta film_Indonesia yang belum terlalu mengenal film klasik.
——————————————————————————-
Tetap cintai film_Indonesia dulu, kini dan nanti
#Official  @film_Indonesia Media Apresiasi Karya Cinta Film_Indonesia
Salam pencinta film_Indonesia,
editor in chief  www.officialfilmIndonesia.com 

 

 

 

  1. suci Reply
    JUARA! tetap terus apresiasi layar klasik INDONESIA kak!

Leave a Reply

*

captcha *